Bahasa UMKM, bukan bahasa akuntansi
Pengguna memilih kejadian usaha seperti jualan, kasbon, barang masuk, pembelian tempo, biaya, atau panen. Sistem yang menerjemahkan ke jurnal.
Smartbook membantu usaha kecil mencatat penjualan, stok, piutang, utang supplier, biaya, ongkir, PPN, jurnal otomatis, sampai laporan laba rugi dari satu aplikasi yang dibuat nyaman dipakai lewat HP.
Banyak pelaku UMKM sebenarnya rajin jualan, tetapi pencatatannya masih tersebar: ada di buku tulis, chat WhatsApp, nota kertas, ingatan, atau catatan kasbon yang mudah hilang. Akhirnya pemilik usaha sering tidak yakin mana uang pribadi, mana uang usaha, stok mana yang habis, dan apakah usaha benar-benar untung.
Smartbook dibuat untuk menjembatani hal itu: tampilannya tetap seperti aplikasi kasir sederhana, tetapi hasil belakangnya lebih rapi karena transaksi otomatis masuk ke stok, piutang, utang, jurnal, dan laporan.
Smartbook dibuat untuk orang yang ingin mencatat usaha dengan rapi, tetapi tidak mau ribet belajar debit-kredit dari awal.
Pengguna memilih kejadian usaha seperti jualan, kasbon, barang masuk, pembelian tempo, biaya, atau panen. Sistem yang menerjemahkan ke jurnal.
Internet dipakai untuk validasi token awal. Setelah itu transaksi harian, gudang, laporan, dan jurnal berjalan di perangkat pengguna.
Retail, FnB, jasa, dan budidaya tidak dipaksa sama. Setiap sektor punya alur yang disesuaikan dengan kebiasaan usaha di lapangan.
Data usaha tetap berada di perangkat. Backup bisa dibuat sendiri lalu disimpan ke HP, Google Drive pribadi, atau dikirim lewat WhatsApp.
Setiap fitur diarahkan untuk kegiatan usaha sehari-hari: jualan, stok, biaya, pelanggan kasbon, supplier, sampai laporan hasil usaha.
Catat transaksi tunai, QRIS/transfer, piutang/kasbon, diskon, PPN opsional, ongkir, dan kembalian live.
Tambah produk, edit harga, foto produk, SKU/barcode, stok masuk, barang keluar, dan import produk dari Excel.
Jualan, HPP, piutang, utang supplier, pelunasan, ongkir, PPN, dan biaya dicatat otomatis ke jurnal.
Kasbon pelanggan dan pembelian tempo tidak tercecer. Pelunasan bisa dicatat agar saldo piutang/utang berkurang.
Lihat omset, HPP, beban, prive, diskon, ongkir, PPN keluaran, dan laba bersih berdasarkan periode.
Data bisa dicadangkan menjadi file. Pengguna bebas menyimpannya ke Drive pribadi, HP, WhatsApp, atau media lain.
Ini bagian penting: Smartbook tidak hanya mengganti nama menu, tapi membedakan cara pencatatan sesuai karakter usaha.
Fokus pada produk yang banyak, stok yang harus terpantau, pembelian ke supplier, dan transaksi cepat di kasir.
Kelebihan: cocok untuk produk banyak dan transaksi harian.
FnB kadang butuh input cepat saat ramai, tapi kadang juga butuh kasir per menu. Karena itu Smartbook menyiapkan dua mode.
Kelebihan: cocok untuk event cepat maupun booth yang lebih rapi.
Usaha jasa sering tidak punya tarif paten. Satu pekerjaan bisa berbeda harga tergantung kondisi pelanggan dan detail pekerjaan.
Kelebihan: fleksibel untuk harga jasa yang menyesuaikan kasus.
Budidaya berbeda dari toko. Pengeluaran bisa sering, pemasukan bisa 3โ12 bulan sekali, tapi sekali panen nominalnya besar.
Kelebihan: fokus pada biaya produksi dan hasil panen.
Dari aktivasi, setup, tambah produk, transaksi, sampai laporan. Tidak ada kewajiban memahami istilah akuntansi.
APK bisa diunduh gratis dari link Google Drive yang disediakan.
Token diperlukan untuk membuka fitur penuh dan mengikat lisensi ke perangkat.
Isi nama usaha, sektor, saldo awal, stok awal, dan identitas toko.
Jualan, stok masuk, biaya, piutang, utang supplier, jasa, atau panen.
Smartbook menampilkan omset, HPP, beban, piutang, utang, dan laba.
Link APK nanti bisa diarahkan ke Google Drive. Jadi orang bisa download dan lihat aplikasinya. Untuk memakai fitur penuh dan menyimpan aktivasi resmi, pengguna tetap membutuhkan token.
Token adalah pembeda dan kunci akses untuk login sesuai sektor usaha Anda (Retail, FnB, Jasa, atau Budidaya). Tanpa token, aplikasi tidak dapat masuk ke menu utama.
Setelah halaman ini deploy, link-nya bisa dipasang di profil pembuat aplikasi. Jadi nama pembuat dan penjelasan proyek cukup diarahkan ke halaman ini.
Mengembangkan konsep aplikasi, alur fitur, pengalaman pengguna mobile-first, dan arah produk agar Smartbook tetap mudah dipakai oleh pelaku UMKM.
Mendukung pengembangan logika sistem, sinkronisasi fitur, dan penguatan konsep pencatatan agar aplikasi tetap sederhana namun fungsional.
Sebaiknya mobile-first, karena target pengguna kemungkinan besar membuka lewat HP. Namun halaman tetap dibuat responsif agar tampilan desktop tetap rapi tanpa tombol mode khusus.
Tidak. Konsepnya offline-first. Internet dipakai untuk aktivasi awal, sementara transaksi dan laporan berjalan di perangkat pengguna.
Ya. Token berfungsi sebagai kunci akses login yang disesuaikan dengan sektor usaha Anda. Tanpa token, aplikasi tidak bisa digunakan. APK dapat diunduh secara bebas dan gratis, tetapi token aktivasi harus didapatkan dari admin.
Tidak. Data transaksi harian disimpan lokal di perangkat. Server dipakai untuk validasi token dan identitas dasar aktivasi.
Ya. Menu dibuat dengan bahasa kejadian usaha, bukan bahasa debit-kredit. Jurnal otomatis dibuat oleh sistem di belakang.